Minggu, 15 Juni 2014

Ekonomi Web

BAB 8 EKONOMI WEB

DAMPAK EKONOMI dan PENGARUH WEB

  1.       IKLAN
Secara garis besar Iklan adalah promosi benda benda seperti meja baru, atau jasa seperti kantor pos, tempat usaha, ide, dll yang harus dibayar oleh sebuah sponsor.
Secara otomatis kenapa Iklan itu dipasang dengan gencar kepada pihak sponsor ? pastinya itu mempunyai manfaat yang berlaku didalamnya dong ? nah berikut saya akan menjelaskan Dampak/Manfaat Ekonomi Yang ditimbulkan Oleh Iklan secara Umum :
  1.        Iklan Memperluas Alternatif Bagi Konsumen.
Tak bisa dipungkiri  Dengan adanya iklan konsumen dapat memilih berbagai macam produk yang ada hingga pada akhirnya menimbulkan adanya pilihan.
  1.        Menimbulkan Kepercayaan.
Kepercayaan lah Yang Ingin Produsen berikan kepada konsumen saat Iklan Itu Ditampilkan secara gagah di hadapan masyarakat atau di halaman website dengan ukuran besar dengan logo yang sangat cantik, secara otomatis konsumen pun menaruh  kepercayaan yang tinggi bahwa produsen yang membuatnya bonafid dan produknya bermutu.
  1.         Iklan Membuat Orang Kenal, Ingat Dan Percaya.
Kalau yang ini saya setuju !! bisa dari kata kata slogan, cuplikan lagu yang ditampilkan bersama gambar pada iklan tersebut, ataupun dari iklan yang ga jelas sampai terlalu jelas, membuat kita akan selalu ingat akan slalu iklan tersebut.
  1.        Iklan Membuat Orang Tahu Dan Dimana Memperoleh Kebutuhannya.
  1.         Iklan Ikut Membantu Memajukan Perekonomian Negara.
Kalau yang pernah saya dengar sih, memasang iklan di TV itu bisa sampai RATUSAN JUTA loh.. dan durasinya itu pun singkat *ga sampe 1 menit lah..  *katanya.. :P mungkin itu kali ya yang disebut memajukan perekonomian Negara.. hehehe .
  1.         Dapat Menjangkau Berbagai Daerah Yang Sulit Dijangkau secara fisik oleh produsen melalui siaran televisi atau radio.
Ada Dampak/Manfaatnya Juga Loh Pengaruh Iklan Bagi Web, yaitu :
  1.          Iklan tersebut dipasang oleh Produsen secara menarik di Website, maka kemungkinan besar dilihat oleh konsumen atau visitor.
  1.        Adanya timbal balik dari iklan ke web. Bila iklan di klik oleh visitor,web tersebut mendapat persenan dari iklan.
  1.       PENJUALAN ONLINE

Jika sering dengar orang berjualan Online, lalu Penjualan Online itu sendiri apa sih ? singkat saja, Penjualan Online itu adalah suatu transaksi untuk menjual barang melalui jaringan komputer atau internet lebih tepatnya pada Website. Yang mempunyai Fasilitas yang disediakan didalam sistem antara lain penanganan masteruntuk pelanggan dan produk, penanganan transaksi untuk penjualan, pembuatan faktur dan kuitansi, serta penyajian laporan penjualan berdasarkan beberapa kriteria.

Tentunya Penjualan Online ini secara ga langsung berhubungan sangat Harmonis dengan Iklan dong ? bener ga sob ? gimana tidak, ketika kita ingin berjualan di dunia nyata ataupun Online, kita butuh yang namanya promosi, mungkin Iklan adalah salah satu alternativenya..  atau mungkin sobat bisa promosi kepada teman teman sobat atu yang lainnya..

Kembali ketopik awalnya, Penjualan Online zaman sekarang tuh sudah semakin semarak, buat sobat yang ingin berjualan tapi ga punya lapak mungkin bisa itu solusinya, ataupun buat konsumen yang males keluar rumah, apalagi zaman sekarang sudah canggih, pake smartphone aja ya sob ? tau tau barang yang kita pesen udah ada aja dirumah.. hehehe..

Pastinya dari semua itu ada Dampak Ekonominya juga dong ? saya akan coba menjelaskan sedikit Dampak Yang Tersirat Dari Penjualan Online Tersebut Bagi Ekonomi .

Dampak Yang Tersirat Dari Penjualan Online Bagi Ekonomi :

  1.          Pertumbuhan Ekonomi Yang Semakin Tinggi
  1.          Terjadinya Industrialisasi
  1.     Produktifitas dunia industri semakin meningkat, kemajuan teknologi akan meningkatkan kemampuan produktivitas dunia industri baik dari aspek teknologi industri maupun pada aspek jenis produksi. konsumen tidak perlu pergi ke toko.
Selamat Tahun Baru 2010 teman-teman, apakah anda sudah melakukan action hari ini?
Pada hari pertama Tahun 2010 ini saya ingin berbagi seputar pengertian ekonomi di Internet. Semoga Tulisan ini membawa manfaat bagi teman-teman semuanya.
Sebelumnya saya minta maaf karena tulisan ini hanyalah tulisan copas yang saya sadur langsung dari blog sahabat saya karena saya rasa artikel pada blog beliau sangat bermanfaat bagi saya dan sayapun ingin teman-teman merasakan manfaatnya juga.
Dasar dari ekonomi adalah transaksi dan hukum dasar yang melandasi terjadinya transaksi adalahHukum Supply vs Demand. Saya akan mulai dengan menunjukan bahwa, di dunia maya, hukum tersebut menjadi berbeda.
Hukum Supply
Di dunia nyata, supply selalu tergantung kepada demand. Supply hanya tersedia apabila ada cukup banyak demand. Jika permintaan kurang banyak, tidak akan ada yang menjual. Masuk akal dong?
Tetapi di internet, resources dan tools untuk membuat atau menciptakan sesuatu – dalam bentuk digital – telah menjadi demokratis. Sebagian besar dari sarana tersebut 100% gratis (kalaupun berbayar, biasanya relatif terjangkau) dan semua orang mendapatkan akses untuk bisa memakainya selama mereka memiliki komputer.
Selain dari sarana produksi, sarana distribusi juga telah dapat diakses oleh semua pengguna internet. Jika kamu memiliki video dan kamu ingin membaginya ke teman-teman kamu, kamu tinggal upload videonya ke youtube atau indowebster. Dalam sekejap, kamu dapat membagi-bagikan videomu kepada banyak orang. Betapa efisiennya cara distribusi seperti itu apabila dibandingkan dengan cara yang lebih kuno: burn ke cd, bagi-bagikan ke orang-orang. Selain lebih cepat, sarana distribusi seperti youtube juga tidak memungut biaya sama sekali; tidak seperti CD/DVD.
Dan akibat dari segala kemudahan dalam produksi dan distribusi adalah..
Supply sekarang tidak lagi menjadi sesuatu yang di bawah bayang-bayang demand. Kalau dulu orang sebelum membuat sesuatu harus mikir-mikir dulu.. “Kira-kira laku ngga ya? Kalau ngga laku ya ngapain dibuat.” Sekarang di internet, orang memproduksi dan mendistribusi tidak hanya atasmotivasi yang bersifat peruangan. Banyak orang yang membuat video-video lucu dan menarik di youtube untuk ditonton hanya karena mereka ingin membuatnya. Motivasi yang tadinya bersifat external untuk mendapatkan uang sekarang menjadi sebuah hasrat pribadi untuk mengekspresikan diri (internal motive).
Tentunya external motive tidak hilang begitu saja. Banyak orang yang membuat video di youtube untuk mendapatkan pujian dan komentar-komentar yang positif. Pendek katanya, mereka ingin mendapatkan atensi dan reputasi yang juga adalah external motive. Tapi yang perlu ditekankan di sini adalah hilangnya motivasi secara moneter.
Karena biaya untuk men-supply hilang atau telah menjadi sangat murah, alasan untuk berkreasi tidak lagi hanya 1: uang. Mulai bermunculanlah alasan-alasan lain untuk memproduksi dan mendistribusikan sebuah hasil karya yang bisa dihargai dalam bentuk lain selain secara non-finansial.
Sifat website pun berubah
Tadinya website adalah sebuah tempat resources yang hanya ditulis orang yang otoritatif. Sifatnya mirip seperti buku resmi: hanya orang-orang yang sudah terkualifikasi saja yang menulis.
Dengan turunnya production dan distribution cost, semua orang dapat menciptakan web. Mereka mulai dapat menyebarkan isi pikiran dan hasrat mereka sendiri berupa konten web tanpa perduli status ataupun jabatan.
Ini adalah era web 2.0; inilah era “User Generated Content” dimana konten dari website dibuat untuk user bukan oleh provider, melainkan oleh sesama user.
Akibat dari pen-demokrasi-an proses produksi dan distribusi adalah…. lots and LOTS of supply. Dunia web sekarang sangat penuh dengan warna dan isi. Kita tidak lagi hidup di zaman dimana pengetahuan adalah sesuatu yang eksklusif, mahal dan langka. Hidup kita sekarang dikelilingi oleh banyak sekali informasi.
Hukum Demand
Permintaan selalu ada dalam berbagai macam bentuk dan variasi. Setiap orang berbeda-beda dan sangatlah wajar apabila mereka memiliki keinginan tersendiri yang tidak sama dengan kebanyakan orang lainnya. Contohnya, mungkin ada seorang ibu yang ingin mencari selai berasa strawberry campur pisang.
Masalahnya, walaupun ibu ini mengungkapkan keinginannya untuk mendapatkan selai kesukaannya itu, tidak ada toko yang menyediakan. Alasannya sudah kita lihat di atas, tidak cukup banyak demand = no supply. Keinginan ibu ini unik dan tidak banyak orang yang memiliki selera yang serupa. Toko tidak akan membawa barang-barang yang jarang laku karena hanya menghabiskan tempat dimana tempat tersebut bisa dipakai untuk menjual barang yang lebih laris.
Dengan kata lain, demand sebenarnya selalu ada dan selalu datang dengan berbagai variasi, tetapi karena jumlah dari masing-masing permintaan tidak banyak, suara yang mengungkapkan keinginan tersebut hanyalah menjadi sebuah “noise”.
Coba kita pikirkan sejenak, bagaimana jadinya jika tiba-tiba demand untuk selai strawberry campur pisang bertambah banyak? Sekarang tiba-tiba permintaan ibu di atas mulai dianggap serius karena demandnya ternyata banyak. “Noise” menjadi banyak dan mulai menjadi “signal”. Tetapi bagaimana caranya demand bisa bertambah?
Bagaimana jika.. cara untuk mengungkapkan keinginan dibuat menjadi sangat mudah?
Sama seperti di atas, dengan menggunakan alat-alat produksi dan sarana distribusi yang telah di-demokrasi-kan, semua orang sekarang bebas menyalurkan suaranya melalui internet. Sebagai contoh: sebuah thread di forum yang berisi pernyataan komplain kepada sebuah perusahaan asuransi adalah bentuk nyata dari penyuaraan sebuah keinginan/demand.
Jika ada waktu, coba kamu lihat hasil cari “speedy sucks” di google.co.id ini. Halaman pertama penuh dengan berbagai social media (plurk, forum, blog) yang menyuarakan keluhan beserta keinginan mereka untuk mendapatkan layanan yang lebih baik dari salah satu provider internet terbesar di Indonesia ini. Ini adalah cara yang mudah untuk mengekspresikan demand dari setiap kita semua.
Kemudahan dalam mengungkapkan keinginan ini berakibat..
Seperti yang kamu kira: lots and LOTS of demand. Sarana dan prasarana yang demokratis mewujud-nyatakan Freedom of Speech. Keinginan setiap orang pun dapat disalurkan dan dikumandangkan melalui internet dengan berbagai macam media perantara dan sebuah ‘Click’.
Kita berada di sebuah sistem ekonomi yang baru
Di dunia nyata, ekonomi berjalan berdasarkan kelangkaan. Harga sebuah tas LV limited editionsangat mahal karena…….. ya karena langka. Perhatian dipusatkan kepada hal-hal yang langka karena langka berarti berharga. Di dunia nyata, atensi banyak orang ditujukan kepada 1 hal saja.
Beda di internet, ekonomi berjalan di dalam sebuah kelimpahan. Terlalu banyak hal yang dapat dilihat dan disimak. Perhatian dipusatkan kepada…….. BINGUNG!! Di internet ada begitu banyak pilihan dan ada segudang orang yang berebut untuk mendapatkan atensi dari 1 orang lainnya.
Ini betul-betul sebuah pasar yang berkelimpahan.
Ekonomi di Internet terjadi karena Internet memiliki bentuk dasar yang serba berkelimpahan. Bagaimana menurut kamu? Apakah ini sesuatu yang bagus? Atau kamu lebih suka ekonomi yang berbasis kelangkaan? Kalau kamu mempunyai insight lainnya yang ingin kamu bagikan, saya harap kamu juga bisa memberikan komentar juga.
Sumber By :
http://ignatiusfaisal.wordpress.com/2014/06/15/bab-8-ekonomi-web/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar